31 August 2016

Lomba Kedua; Kakak Cinta juara lagi

Informasi perlombaan kali ini sebenarnya telah didapat berbarengan dengan perlombaan pertama dari guru di Paud Melati. Perlombaan yang diselenggarakan oleh TK Ulil Albab Sawojajar pada hari Kamis, 5 Mei 2016.

Kakak Cinta mengikuti lomba mewarnai kategori paud. Peserta lomba mewarnai terdiri dari paud A dan B. Sementara itu Kakak Cinta duduk di paud A. Kegemaran mewarnai tampak pada Kakak Cinta ketika sedang mewarnai gambar terlihat asyik tenggelam dalam mengayunkan krayon.

Perlombaan mewarnai pertama yang diikuti Kakak Cinta di TK Al-Ghufron membenarkan analisis kami sebagai orang tua. Dalam perlombaan itu alhamdulillah mendapat juara harapan 2. Meski sebenarnya bukan itu tujuan mengikutkan perlombaan, menyelesaikan mewarna pada selembar kertas pada waktu yang ditentukan bersama teman-teman itulah yang ingin kami tanamkan, bagaimana mengatur waktu dll.

Dalam artikel (www.ibudanbalita.com) ada beberapa manfaat ketika buah hati mengikuti lomba, diantaranya:
_____________________________
  • Mengajarkan dan mengembangkan perilaku yang baik tentang arti menang dan kalah.
  • Berpikir kritis, memecahkan masalah, dan belajar mengambil keputusan
  • Belajar mengenali kekuatan dan kelemahannya.
  • Membangun semangatnya untuk menentukan tujuan dan berhasil mencapai tujuan tersebut.
  • Membangun dan melatih kepercayaan dirinya.
  • Melatih kemampuannya berhubungan dengan orang lain dan lingkungan baru. 
Mengikutsertakan si Kecil dalam lomba memang banyak manfaatnya, tapi Ibu tetap perlu memerhatikan beberapa hal berikut ini sebelum orang tua mendaftarkannya dalam lomba.
_______________________________
  1. Kenali dengan baik sifat si Kecil. Mengikuti lomba berarti tampil di depan umum. Oleh karena itu, penting bagi Ibu untuk mengenali dulu sifat si Kecil sebelum mengikutsertakannya dalam lomba. Apakah si Kecil anak yang mudah gugup atau justru senang tampil? Jika si Kecil adalah anak yang mudah gugup, ubahlah strategi Ibu saat mengajak si Kecil untuk ikut serta. Misalnya Ibu tidak hanya mengatakan “lomba menari,” tapi “menari bersama-sama.”
  2. Pilih lomba yang sesuai. Pastikan Ibu memilih lomba yang sesuai dengan usia, kemampuan, dan minat si Kecil. Pemilihan lomba yang salah bisa membuat si Kecil tidak bahagia dan membuatnya tidak percaya diri.
  3. Beri motivasi yang tepat. Sebelum mengikuti lomba, jelaskan pada si Kecil bahwa dia akan mendapat pengalaman baru dari lomba itu. Selain itu, beritahukan juga padanya bahwa lomba ini bertujuan untuk mengukur kemampuan dirinya. Sampaikan juga bahwa pemenang lomba akan mendapatkan hadiah.
  4. Hindari menuntut. Ingat bahwa Ibu tidak melatih si Kecil untuk jadi pemenang, tapi agar ia mendapatkan pengalaman lomba. Hindari memaksa si Kecil menyelesaikan lomba jika ia tidak berminat. Ketika si Kecil kalah, hindari mengungkit kesalahannya atau membandingkannya dengan si pemenang. Selain itu, sebelum si Kecil bertanding, jangan memberikan pesan yang akan membebaninya, seperti “Kamu pasti bisa menang!”
  5. Persiapkan si Kecil untuk hasil lomba. Salah satu hal yang ingin Ibu ajarkan dalam lomba bukan soal menjadi menang atau kalah. Jadi, apapun hasilnya, Ibu harus bisa membuat si Kecil belajar dari lomba tersebut. Misalnya ketika si Kecil menang, persiapkan ia untuk tidak sombong. Begitu pula jika si Kecil kalah, persiapkanlah ia untuk tidak merasa rendah diri. Pastikan Ibu menghargai usahanya karena sudah cukup berani mengikuti lomba tersebut, entah apapun hasil yang diperolehnya. 
Dalam pelombaan Kakak merasa capek dan sering berhenti mewarnai lembaran putih dari panitia itu. “Mama... capek dan lapar....” Akhirnya snak itu jadi teman mewarnai Kakak...

Perlombaan pun selesai, saatnya pengumuman juara. Syukur alhamdulillah nama Kakak Cinta dipanggil pembawa acara untuk naik ke panggung menerima juara harapan 2. Kakak-kakak....

02 July 2016

RAMADHAN KE 26 KUSUDAHI PUASAKU


Oleh: DwiCy Sukses

Puasa mengharuskan kita menahan dari segala macam yang membatalkannya. Puasaku kali ini sangat banyak godaannya. Bahkan terkadang aku melanggar pantangannya. Akhirnya semestinya secara syar’i* batallah puasaku itu.

Namun seperti biasa aku masih dengan egoisku. Melakukan hal yang membatalkan tapi enggan membatalkannya. Pilihanku melanjutkan puasa yang telah kuniatkan di awal itu.

Kini Ramadhan ke 26 malam 27 (1437 H) tepatnya 1 Juli 2016. Aku sudahi puasaku... memang berat, ya.. berat tapi, biarlah sudah aku niatkan dengan bulat aku batalkan puasaku.

Meski tidak ada satu tahun, tapi setidaknya satu kurang satu bulan. Atau satu tahun tepat bulan Agustus depan aku telah berpuasa memposting hal-hal yang berhubungan dengan perpindahanku dari MI Khadijah ke MIN Malang I. Memposting kegiatan di tempat baru.

Aku berpuasa agar tidak melukai yang di sana, yang selama 10 tahun aku berjuang di sana dan banyak memposting kegiatan di dalamnya. Tak mau aku membuat luka dengan memposting hal-hal serupa di tempat baru. Mungkin yang kulakukan hal aneh untuk orang lain, tapi tak apalah ini memang cara yang kupilih agar tidak membuat luka.

Tapi kini... aku berpositif thingking kita telah sama-sama merelakannya. Kini dengan berakhirnya satu tahun ajaran di tempat baru telah saatnya kuberbuka puasa ini.

Mudah-mudahan yang di sana terus maju melahirkan generasi beriman-berilmu-berakhlaq mulia. Saya yang di sini juga demikian. Intinya mudah-mudahan kita terus bisa mengupgrade diri menuju ridho Ilahi. Aamiin..

19 April 2016

Lomba Pertama; Kakak Cinta Dapat Juara

Anakku... Jum’at itu bundamu meluncur dari Semarang menuju Tuban dan Bojonegoro. Jum’at siang datang dengan lelah yang panjang tak urungkan niat memenuhi panggilan bupati Bojonegoro di pendopo. Alhamdulillah sambutan hangat dari Kang Yoto menambah semangatnya dalam berkarya tuk mas depan. Eyang kakungmu tak hiruakan lelah setelah mengajar mengantar bunda pulang singgah di Tuban.

Sore itu juga bundamu meluncur ke Malang dengan kendaraan terpanjang... Sabtu dini hari kubangunkan tidurmu yang lelap menjemput di stasiun kota Malang karena itu janjiku sebelum kau baca doa akan tidur malam itu. Beberapa hari lalu tantemu mengantarkanmu ke ‘taman yang indah’ kau menyebutnya tuk sekolah dan daftar perlombaan; fashion dan mewarnai.

12 April 2016

Mutasi Kerja: Bagaimana menyikapinya?

Kenyamanan dan enjoy seseorang dalam bekerja akan sangat berpengaruh dengan kualitas kerjanya. Kenyamanan itu dapat diperoleh dari harmonisasi beberapa unsur dalam kerja, mulai dari kesesuaian kerja dengan minat bakatnya, keselarasan antara usaha dan rewardnya, kecocokan teman satu kantornya, hubungan dengan atasannya, dan masih banyak hal lainnya.

Sebaliknya, ketiadaan keselarasan antara bidang kerja dengan minat, usaha dengan reward, kecocokan teman sekantor, hubungan dengan atasan akan menciptakan suasana kerja yang kurang nyaman akan menghasilkan kualitas kerja yang rendah. Penyebab lain manakala bekerja itu dilakukan dalam waktu yang sangat lama di bidang yang sama. Bisa jadi orang itu terlalu lama pada posisi tertentu maka akan mengalami stagnasi inovasi, tidak ada gebrakan-gebrakan baru yang dilakukan. Pekerjaannya hanyalan sebuah rutinitas tanpa mau menciptakan hal-hal baru.