GALAKSIS MIN 1 Kota Malang Sukses Memukau Ribuan Audiens

Kota Malang (MIN 1) Bertepatan dengan momen peringatan Hari Sumpah Pemuda (28/10), MIN 1 Kota Malang menghelat acara kesenian dengan bingkai nama Gala Kreativitas Siswa (Galaksis). Acara yang dilaksankaan di gedung Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang ini dihadiri sekitar 5000 audiens.

Mengangkat tema besar “Keberagaman Budaya Perekat Persatuan Bangsa” tiap jenjang kelas menampilkan beragam kesenian diantaranya pertunjukan seni tari, seni drama, dan seni suara dalam bingkai tema kecil. Jenjang kelas 1 mengusung tema “Aku dan Kamu Istimewa, jenjang kelas 2 “Satu Asa tuk Gapai Cita”, jenjang kelas 3 “Harmoni Indonesia”, jenjang kelas 4 “Gema Nusantara”, dan jenjang kelas 5 “Parade Adat Nusantara”.

Kepala Sekolah MIN 1 Kota Malang, Drs. Suyanto, M.Pd menyampaikan, pelaksanaan Galaksis yang bertepatan dengan momen peringatan Hari Sumpah Pemuda itu diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya diri anak-anak. Selain itu juga diharapkan mampu memupuk rasa cinta terhadap kebudayaan bangsa Indonesia.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Galaksis, M. Dwi Cahyono, M.Pd.I menyampaikan, Galaksis menjadi salah satu wadah bagi siswa dan siswi yang banyak memiliki talenta dalam bidang seni. Karena selama ini, MIN 1 Kota Malang dengan jumlah siswa 1663 memiliki keterbatasan event sebagai media untuk mengekspresikan talenta-talenta tersebut.

"Sebelumnya ada kegiatan namanya puncak tema, tapi itu digelar per kelas dan dilakukan di sekolah. Maka ini dibuat lebih besar dan beragam dengan harapan menjadi tempat mengekspresikan bakat siswa," urainya saat diwawancarai pada (02/10/2018).

Dengan dilaksanakannya Galaksis ini dia berharap anak-anak memiliki rasa bangga terhadap beragamnya budaya Indonesia serta tumbuh rasa toleransi untuk menjaga persatuan bangsa. Karena melalui rasa toleransi terhadap keberagaman itulah terbentuk negara Indonesia yang kuat nan kokoh dengan segala perbedaan yang dimilikinya. (DwiCy)

Siswa MIN 1 Raih 2 Medali dalam KSM Tingkat Nasional di Bengkulu

Kota Malang (MIN 1) – Prestasi demi prestasi terus diraih oleh siswa-sismi MIN 1 Kota Malang. Untuk kali ini dua siswa yang menorehkan prestasi tingkat nasional dalam ajang Kompetensi Sains Madrasah pekan lalu (23-29 September) di Bengkulu.

Mereka adalah Ananda Ahmad Ayman Al Ghifari (Fari) dan Azkyah Annisa Ramadhani (Azkyah) siswa kelas 6 A. Ananda Fari berhasil meraih medali perak dalam bidang sains, sementara Ananda Azkyah meraih medali perunggu pada bidang yang sama.

Prestasi yang diraih ini tentu bukanlah ‘abra kadabra’. “Pembinaan kepada Fari dan Azkyah dilakukan secara intensif sejak Seleksi Kompetensi Sains Madrasah tingkat kota hingga tingkat nasional ini. Sementara pembinaan secara umum kepada siswa telah dilakukan sejak mereka duduk di kelas empat.” Kata Bu Didin selaku Koordinator Bidang Kesiswaan sekaligus Pembina saat diwawancarai.

Lebih lanjut Bu Didin menyampaikan, “Kompetisi Sains Madrasah ini berbeda dengan olimpiade pada umumnya. Perbedaanya yaitu siswa diharuskan memiliki kompetensi mengintegrasikan sains dengan agama (al-Quran & Hadits).” Ketika ditanya tentang contoh soal beliau menyampaikan, “Satu contoh soal IPA tentang air maka dalam butir soal tersebut dikaitnya dengan ayat al-Quran tentang air. Contoh lain bidang Matematika kompetensi pembagian, butir soalnya diintegrasikan dengan pembagian waris.”(DwiCy)


MIN 1 Kota Malang Adakan Acara Donor Darah

Kota Malang (MIN 1) – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-40 MIN 1 Kota Malang, panitia HUT bekerjasama dengan Hijabers Mom Community (HMC) dan PMI Malang meyelenggarakan kegiatan sosial donor darah.

Kegiatan yang diselenggarakan pada hari Selasa (4/8) ini diikuti oleh guru, karyawan, dan wali murid. Alhamdulillah kegiatan ini menghasilakan 65 kantong darah dari 95 yang mendaftarkan diri menjadi pendonor. Hal ini dikarenakan setelah mendaftar peserta diperiksa kesehatannya dan ada beberapa sebab yang menjadikan peserta tidak bisa melakukan donor seperti HB yang terlalu rendah, tekanan darah terlalu rendah atau tinggi, sedang mengkonsumsi obat dan lain-lain.

Ibu Uswatun Hasanah sebagai peserta dan sie baksos mengatakan, “Beberapa peserta yang mendaftarkan diri tidak diperkenankan donor darah, seperti saya ini sudah siap berdonor ternyata tidak bisa dikarenakan HB kurang.”

Lain lagi dengan pengalaman Pak Yaqin yang juga sebagai peserta, “Alhamduillah ini kali kedua saya berdonor, yang pertama saat HUT tahun lalu yang awalnya ragu. Tapi kali ini jauh hari sudah mendaftarkan diri.”

Ibu Lia sebagai perwakilan hijabers mengatakan, “Alhamdulillah kami senang diajak kerjasama oleh MIN 1 karena ini bagian dari program kerja Hijabers dan di sini sangat efektif, dulu kami pernah mengadakan donor di cafe, tetapi hasilnya kurang efektif.” (DwiCy)







Tebar Hewan Kurban: MIN 1 Kota Malang Teladani Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail



Kota Malang (MIN 1) – Momentum Dzulhijah dijadikan pembelajaran bermakna oleh MIN 1 Kota Malang. Melalui kegiatan “Tebar Hewan Kurban” yang dilaksanakan pada Kamis (23/8) siswa dilatih kepekaan sosial terhadap sesamanya. Tebar Hewan Kurban ini salah satu bagian dari rangkaian kegiatan kepanitiaan Gema Dzulhijah.

Kurban adalah syariat yang ditetapkan Allah untuk semua umat, bahkan sejak masa Nabi Adam sudah ada syariat kurban. Kisah nabi Ibrahim dan putranya Ismail berkenaan dengan syariat kurban juga merupakan landasan untuk melaksanakan kurban. Dalam rangka menyiapkan generasi muda yang memahami nilai-nilai keagamaan itulah maka diadakan kegiatan tebar hewan kurban.

Tebar Hewan Kurban dilakukan oleh kelas satu, dua, dan tiga ini bertempat di tiga lokasi yang berbeda. Pertama siswa kelas 1 melakukan tebar hewan kurban di Madrasah Ibtidaiyah Hidayatus Sibyan Kecamatan Kedungkandang. Kedua, siswa kelas 2 menyalurkan hewan kurban di Madrasah Ibtidaiyah Sunan Giri Lowokwaru. Ketiga, siswa kelas 3 melakukan tebar hewan kurban di Madrasah Ibtidaiyah NU Jabal Tsur Kecamatan Tajinan.

Tiap kelas pada masing-masing lokasi tebar hewan kurban, MIN 1 Kota Malang menyalurkan seekor sapi dan lima ekor kambing. Sementara itu kegiatan pembelajaran kurban untuk kelas empat, lima, dan enam berada di lingkungan MIN 1 penyembelihannya akan dilakukan pada Sabtu (25/8) nanti. Hewan kurban tersebut berasal dari siswa-siswi, guru karyawan MIN 1 Kota Malang. (DwiCY)

Peringati HUT Ke-73 RI: Siswa MIN 1 Kota Malang Ikuti Aneka Lomba

Kota Malang (MIN 1) – Selasa (14/8) pagi itu berbagai sudut di lingkungan MIN 1 Kota Malang ramai dengan aktivitas siswa. Tidak seperti biasanya ramai bukan karena pembelajaran di kelas melainkan kegiatan perlombaan siswa kelas 1 hingga kelas 6. Mereka mengikuti lomba dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-73 Republik Indonesia.

Kemeriahan itu terlihat di serambi bawah dan halaman depan ada lomba memindah gelang karet dengan sedotan. Di lapangan indoor ada lomba memindah kacang dengan sumpit sementara di gazebo atas ada lomba kait topi dan makan kerupuk. Tidak kalah ramai pula di lapangan bola basket ada lomba klompen, holalop berantai, dan klompen.

Saat wawancara dengan Supriyadi selaku ketua panitia menyampaikan tentang tujuan kegiatan ini, “Tujuan kegiatan ini yaitu yang pertama, menanamkan rasa cinta tanah air. Kedua,  Menumbuhkan rasa nasionalisme terhadap bangsa Indonesia. Ketiga, Mewujudkan rasa persatuan dan kesatuan di antara siswa-siswi MIN Malang 1 dan secara luas memperkokoh Negara kesatuan Republik Indonesia.”

Mengenai jenis perlombaan Supriyadi menyampaikan peringatan HUT RI kali ini ada berbagai perlombaan yaitu Lomba mewarna, estafet karet, klompen, estafet holalop, dan lain lain. Majulah negeriku negeri Indonesia makmur. (DwiCy)

Dua Puluh ASN MIN 1 Kota Malang Raih Tanda Kehormatan Presiden

Kota Malang (MIN 1) – Upacara memperingati Hari Ulang Tahun Ke-73 Republik Indonesia (17/8)

Satyalancana Karya Satya diberikan kepada ASN yang telah bekerja dengan penuh kesetiaan kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara dan pemerintah serta dengan penuh pengabdian, kejujuran, kecakapan, dan disiplin secara terus menerus paling singkat 10 (sepuluh) tahun, 20 (dua puluh) tahun, atau 30 (tiga puluh) tahun.

Penerima penghargaan Satyalancana Karya Satya sepuluh tahun antara lain; Ninik Zulaicha, Dewi Sri M, Irma Fajarwati, Uswatul Hasanah, Khusnul Khotimah, Mukhammad fauzi, Susmiyati, Endah Sri Hariyanti, Mutamimah, Ani Zakiyah, Musrotin, M. Dwi Cahyono.

Sementara penerima Satyalancana Karya Satya dua puluh tahun antara lain: Suyanto, Nur Rahmah, Hanis Iswarini, Kamsiani, Naimatul Fuadah, Moh Zain Hasanuddin, Titik Rahayu, Imam Ahmadi.

Saat memberikan sambutan Muchlis menyampaikan “Penghargaan ini adalah hak ASN yang telah mencukupi syarat, diberikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah atas pengabdian, loyalitas Bapak/Ibu. Dengan adanya penghargaan ini mudah-mudahan kita lebih termotivasi lagi agar lebih bersemangat dalam mengabdi kepada Negara kesatuan Indonesia.” (DwiCy)



menjadi moment yang tak terlupakan bagi dua puluh ASN MIN 1 Kota Malang. Pasalnya para ASN tersebut mendapatkan penghargaan Tanda Kehormatan Presiden berupa Satyalancana Karya Satya. Tanda itu disematkan oleh Muchlis selaku Pembina upacara bertempat di halaman kantor Kementerian Agama Kota Malang.

LANCAR: Visitasi Akreditasi MIN 1 Kota Malang



Kota Malang (MIN 1) – Sebagai lembaga pendidikan dikatakan bermutu ketika mendapatkan pengakuan dan penilaian dari beberapa pihak yang berwenang. Salah satu pengakuan dan hasil penilaian tersebut dinamakan akreditasi. MIN 1 Kota Malang sebagai lembaga pendidikan melaksanakan visitasi akreditasi pada Rabu (15/8).

Visitasi yang dimulai pukul 08.30 itu dilakukan oleh dua asesor yaitu Afifun Nidlom dan Sugito dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah Madrasah (BAN S/M) Provinsi. Turun dari mobil di lobi mereka disambut oleh beberapa guru dengan sambutan ‘salam satu hati’. Salam khas yang digagas kepala madrasah ini telah membudaya di lingkungan MIN 1.

Dimulai dengan ceremonial di ruang aula para asesor menyampaikan bahwa tugasnya bukanlah seperti polisi, “Kami datang bukan sebagai polisi, tetapi sebagai tenaga yang dikirim oleh BAN S/M Provinsi untuk menfalidasi Sispena yang telah diisi madrasah dengan bukti fisik yang ada” kata Sugito dalam sambutannya. Sementara itu Afifun Nidlom menyampaikan, “Akreditasi itu ibarat ujian skirpsi, kalau kami jadi pengujinya tidak mungkin kami mengatakan skripsi itu sempurna, begitu pula akreditasi yang akan kita laksanakan ini, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah”.

Usai ceremonial secara terpisah asesor mengunjungi lingkungan dan fasilitas yang ada di MIN 1. Sesekali asesor mewawancari guru, pegawai, dan siswa yang dijumpainya saat visitasi tentang visi misi madrasah. Kunjungan ke lingkungan dan fasilitas ini dilakukan menyeluruh mulai dari lantai satu hingga lantai tiga dan memakan waktu tidak kurang dari satu jam.

Visitasi dokumen delapan standar pendidikan dilakukan di aula MIN 1. Ketua pokja dan anggotanya yang telah dibentuk madrasah menunjukkan dokumen yang diminta para asesor. Alhamdulilah visitasi dokumen berjalan dengan baik dan lancar. Akreditasi tahun ini pengurus komite madrasah secara bergantian menemani madrasah dalam pelaksanaan visitasi mulai pembukaan hingga selesai. Mudah-mudahan MIN 1 Kota Malang lebih maju lagi.  (DwiCy)